Kapan Biaya Servis Mulai Lebih Mahal dari Cicilan?

Banyak orang merasa lega saat cicilan mobil selesai.

“Sudah lunas.”
“Sekarang tinggal pakai saja.”
“Tidak ada beban bulanan lagi.”

Tapi beberapa tahun kemudian, muncul realita baru:

Mobil memang sudah tidak dicicil.
Tapi biaya servisnya mulai terasa seperti cicilan baru.

Pertanyaannya: kapan itu biasanya terjadi?

Fase Awal: Cicilan Lebih Mahal dari Servis

Saat mobil masih baru (0–3 tahun):

  • Servis ringan

  • Masih garansi pabrikan

  • Minim penggantian komponen besar

Rata-rata biaya servis tahunan:
Rp 3–6 juta

Cicilan bulanan?
Bisa Rp 4–6 juta per bulan.

Di fase ini jelas: cicilan jauh lebih mahal.

Fase Tengah: Titik Kritis (4–7 Tahun)

Di usia ini:

  • Garansi habis

  • Kilometer sudah tinggi

  • Komponen mulai aus alami

Mulai muncul pengeluaran seperti:

  • Suspensi: Rp 3–6 juta

  • AC: Rp 2–5 juta

  • Transmisi ringan: Rp 5–10 juta

  • Sensor/elektrikal: Rp 2–8 juta

Jika dijumlahkan dalam setahun,
biaya bisa tembus Rp 8–15 juta.

Kalau dibagi per bulan:
Rp 700 ribu – Rp 1,2 juta.

Masih lebih kecil dari cicilan? Biasanya iya.
Tapi sudah mulai terasa.

Fase Mahal: 7–10 Tahun

Di fase ini, beberapa komponen besar bisa “jatuh tempo” hampir bersamaan.

Misalnya dalam 1 tahun:

  • Ganti shockbreaker

  • Ganti kampas rem

  • Servis AC

  • Perbaikan transmisi

  • Perbaikan sistem pendingin

Total bisa Rp 15–30 juta dalam 1–2 tahun.

Artinya per bulan bisa setara Rp 1,5–2,5 juta.

Kalau dulu cicilan kamu Rp 3–4 juta,
jaraknya sudah tidak terlalu jauh.

Dan kalau sampai overhaul mesin?

Satu kejadian saja bisa setara 4–6 bulan cicilan sekaligus.

Simulasi Sederhana

Misalnya:

Cicilan dulu: Rp 4 juta/bulan
Dalam 1 tahun = Rp 48 juta

Sekarang mobil sudah 8 tahun.

Biaya servis tahun ini:

  • Suspensi: Rp 5 juta

  • AC: Rp 3 juta

  • Transmisi ringan: Rp 8 juta

  • Servis rutin: Rp 4 juta

Total: Rp 20 juta dalam 1 tahun.

Per bulan setara Rp 1,6 juta.

Kalau tahun depan ada overhaul Rp 18 juta?
Rata-rata 2 tahun jadi Rp 19 juta/tahun.

Artinya hampir Rp 1,6 juta – Rp 2 juta per bulan secara rata-rata.

Mobil sudah lunas.
Tapi pengeluaran tetap ada.

Kenapa Ini Terjadi?

Karena mobil adalah aset yang terdepresiasi.

Nilainya turun setiap tahun.
Tapi biaya perawatan naik seiring usia.

Dan di titik tertentu, biaya mempertahankan mobil bisa terasa seperti “cicilan versi lain”.

Jadi Harus Dijual?

Tidak selalu.

Tapi kamu harus sadar fase mana mobil kamu sekarang:

  • Fase murah perawatan

  • Fase stabil

  • Fase mahal

  • Atau sudah mendekati biaya tidak rasional

Keputusan rasional bukan soal emosional.
Tapi soal perbandingan biaya vs manfaat.

Bagaimana Menghindari “Cicilan Terselubung”?

✔ Evaluasi total biaya servis tahunan
✔ Jangan tunda perbaikan kecil
✔ Hitung risiko komponen besar
✔ Pertimbangkan proteksi tambahan sebelum masuk fase mahal

Karena masalahnya bukan mobil tua.
Masalahnya adalah mobil tua tanpa manajemen risiko.

Kesimpulan

Biaya servis mulai terasa seperti cicilan ketika:

  • Mobil masuk usia 7 tahun ke atas

  • Komponen besar mulai diganti

  • Total pengeluaran tahunan tembus belasan juta

Mobil memang sudah lunas.
Tapi risiko belum.

Pertanyaannya sekarang:

Apakah kamu sudah menghitungnya,
atau baru sadar saat angka di bengkel muncul?

Mobil boleh lunas.
Tapi pengeluaran tanpa strategi bisa terasa seperti cicilan baru.

Next
Next

Mobil Baru vs Mobil Bekas: Mana yang Lebih Berisiko di Tahun Ini?